Apa Perlunya Kita Ikut Perayaan Tahun Baru 2014?

Perayaan Tahun Baru 2014, persis tadi malam hampir di seluruh wilayah Indonesia ramai dan melebur dengan perayaan masuknya kita di tahun baru 2014. Dari mulai ibukota Indonesia Jakarta, bandung, surabaya, makasar. Pokoknya dari ujung Indonesia sampai ujungnya lagi sibuk dengan berbagai acara seperti musik, petasa, kembang api, arak-arakan. Lalu sebenarnya apa pentingnya untuk kita sebagai umat islam?

Perayaan Tahun Baru 2014

Apa kita harus ikut-ikutan ramai dengan tahun baru 2014 yang sebenarnya, hidup kita, maju mundurnya kita, kehidupan kita sehari-hari itu tidak di tentukan oleh ramai atau tidaknya kita ikut Perayaan Tahun Baru 2014. Bukankah esoknya kita tetap harus kerja, harus usaha, harus cari makan seperti biasa. Kehidupan berjalan dengan normal.

Lagipula tidak ada orang yang menganjurkan kalau kita mau berkembang, mau maju di tahun 2014 di banding 2013 harus ikut ramai dalam pesta. Bukankah itu hanya sebuah latah, ikut-ikutan saja. Mungkin banyak di beritakan bahwa di luar negeri kalau malam tahun baru harus ramai dengan kembang api dan petasan. Padahal saya ada teman yang semalam dia berada di Seoul Korea Selatan. Dan di update di Facebook, bahwa di malam tepat pergantian tahun di Seoul tidak ada sama sekali Perayaan Tahun Baru 2014. Biasa saja. Tidak terdengan petasan satupun.

Masyarakat kita ini sebetulnya terlalu lama tidak memiliki figur seorang panutan, tokoh bangsa yang bisa mereka dengar semua perkataannya. Kita terlalu lama di lupakan oleh pemimpin kita sendiri. Baik itu pemimpin agama atau pemimpin bangsa. Terlalu banyak kita melihat banyak pemimpin yang seharusnya mensejahterakan rakyatnya, malah sibuk memperkaya dirinya sendiri.

Puluhan tahun kita merasakan bahwa keadilan sama sulitnya di dapat dengan beras. Kita melihat bahwa kolusi ada dimana-mana. Sampai-sampai kita bingung membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Akibatnya masyarakat kita menjadi latah, tidak percaya diri dengan kepribadian bangsanya sendiri. Di tambah pula masih rendahnya orang kita dalam membaca. Ya membaca apa saja, buku, novel, koran, artikel atau apa pun yang mencerahkan.

Akhirnya kita hanya menjadi bangsa yang latah, ikut-ikutan saja tanpa paham maksud yang kita perbuat.

Bukankan ayat pertama yang di turunkan Alloh adalah surah Iqra? Namun sayang kita sekedar tahu saja tanpa pelaksanaan dan amal di hidup sehari-hari.

Tulisan ini hanya ungkapan unek-unek saya saja soal Perayaan Tahun Baru 2014 yang menurut saya sia-sia. Anggap saja tulisan ini curahan hati anak manusia.

Baca juga soal Rangkasbitung disini

About jajakakulon

Maunya menjadi manusia yang menebar manfaat. :)
This entry was posted in Renunganku nih and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s